Dalam sebuah dosa
Sunday, April 10th, 2005Tak semua hati mengerti hati kita semua hati selalu bisa satu. Ketika kejujuran itu datang akankah kau membantahnya lagi sebagai makhluk lemah yang selalu bertingkah aneh.
Pinggiran jalan yang berkerikil mampu membuatmu oleng bahkan terjatuh. Namun tidak jika kerikil kecil itu kau buatkan tempat kecil dalam pikirmu.
Saat saat seperti apa kau butuh dia?! di saat ribuan kerikil membuatmu terjatuh hingga hingga kaupun tak sanggup bangkit untuk itu. Dosakah aku jika memintanya tuk itu. Setelah sekian lama aku menepisnya ke tempat kedua dalam hatiku.
Hanya maaf yang sanggup kuucap untuknya.Untuk semua alfa yang kubuat. Kini kuinggin disetiap nafasku ada dia, detak jantungku ada karena dia, dan jiwaku pun hidup karena putih hatinya
Ketika satupun kan mampu membuat jarak itu tak berubah selain dirimu sendiri. Dirimu takkan mampu memberi apa yang kau pinta tuk semua jujurmu.
Kini…kuingin kudapat bangkit dari kerikil kecil yang dapat menghempas tubuh yang penuh dosa. tanpa terlintas di pikirku. Begitu banyak keinginan dalam pikirku. Begitu banyak ingin dalam pikirku hingga kupun takmampu memilahnya untuk sebuah kepastianku untuknya.
Ku ingin saat ini aku dapat merasakan hawa putih dengan sejuta kasih tanpa pamrih. Hanya itu…. hanya itu yang saat ini kuingin……